Loading...

Rabu, 22 Desember 2010

Sudah Bersyahadat tapi Tidak Melakukan Amalan Badan


Tanya:
Ada orang yang memiliki pernyataan bahwa barang siapa meninggalkan semua amal badan yang disebut oleh sebagian ulama dengan meninggalkan jenis amal. Ada yang berpandangan bahwa pernyataan ini adalah keyakinan salah satu sekte Murjiah. Apakah hal ini benar?
Jawab:
Kami tidak mengetahui bahwa pernyataan di atas adalah pernyataan Murjiah. Yang jelas harus ada amal badan dalam iman. Orang yang telah mengikrarkan dua kalimat syahadat haruslah beramal karena dalil-dalil yang memerintahkan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat dan barang siapa mengucapkannya maka dia adalah mukmin dengan memuat persyaratan. Jika persyaratan ini dipenuhi maka tidak mungkin tidak memiliki amal badan sama sekali.
Semisal sabda Nabi,
أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ ، خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ أَوْ نَفْسِهِ
“Orang yang berbahagia karena mendapatkan syafaatku pada hari Kiamat nanti adalah orang yang mengucapkan laa ilaha illalloh dengan ikhlas dari lubuk hatinya atau dari jiwanya” (HR Bukhari no 99 dari Abu Hurairah).
Kata-kata ‘dengan ikhlas’ dalam hadits di atas menuntut untuk meninggalkan kesyirikan karena ikhlas dan syirik adalah dua hal yang bertolak belakang. Barang siapa tidak memiliki amal badan maka dia adalah musyrik disebabkan dia menyembah setan dan berpaling dari agama Allah. Siapa saja yang berpaling dari agama Allah maka dia adalah orang yang kafir.
Dalam redaksi-redaksi hadits yang lain disebutkan persyaratan ‘tulus dari dalam hati’, ‘hatinya merasa yakin’ dan ‘kafir dengan segala sesembahan selain Allah’.
Dalam hadits-hadits ini disebutkan persyaratan iman bagi orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat.

Jika persyaratan ini dipenuhi maka orangnya tidak mungkin meninggalkan amal badan secara total.
Barang siapa yang tidak memiliki amal badan sama sekali maka berarti dia berpaling dari agama Allah dan ini adalah salah satu bentuk kemurtadan. Jadi orang yang tidak memiliki amal badan sama sekali dan berpaling dari agama dengan tidak mau mempelajarinya serta enggan untuk menyembah Allah maka ini adalah salah satu pembatal Islam.
Jika seorang itu mengucapkan syahadat dalam keadaan hatinya yakin, dengan penuh keikhlasan dan tanpa keraguan maka pasti ada amal badan. Tidak mungkin ada orang yang mengucapkan kalimat tauhid dengan penuh ketulusan dan keikhlasan lantas tidak pernah shalat sama sekali padahal dia mampu melakukannya. Tidak pernah shalat sama sekali menunjukkan bahwa orang tersebut tidaklah mengucapkan syahadat dengan ikhlas, dengan tulus dan tidak ada keyakinan dalam hatinya. Andai ada yakin, ikhlas dan ketulusan tentu ada amal. Jika tidak punya amal badan sama sekali maka ini menunjukkan bahwa orang tersebut tidaklah memiliki iman, yakin, ikhlad dan ketulusan bahkan menunjukkan ada keraguan di dalam hatinya. Kesimpulan ini tertera dengan jelas dalam berbagai dalil.

http://ustadzaris.com/bersyahadat-namun-tidak-memiliki-amal-badan