Loading...

Rabu, 11 Juli 2012

Tanya Jawab dengan Ustadz Dzulqarnain M Sunusi dkk 1

From Group: AsSunnah

Messages
----------

  ** Jul 2 Mon 16:51 **
  Dzulqarnain M. Sunusi Tanya-Jawab dari Group sebelah
Penanya: Ustad..ana mau nanya..ttng zakat.ana punya pendapatan.dan punya usaha.usaha ana الْحَمْدُ لِلَّهِ punya pemasukan yg lumayan.namun ana gak ada tabungan dan hanya punya alat2 produkssi yg jumlahnya sekitar 50juta.apakah dapat dikenai zakat.


  ** Jul 2 Mon 16:51 **
  Dzulqarnain M. Sunusi Alat2 produksi tidak ada zakatnya. Zakat hanya pada hasil produksi bila telah mencapai nisab dan telah tersimpan setahun.

  ** Jul 2 Mon 16:52 **
  Dzulqarnain M. Sunusi Penanya: Akan tetapi ana punya tagihan yg terus berputar,,walopun tidak secara total saya trima,karena sistem pambayaranya sebulan sekali,namun di tiap bulan ramadhan.ana pegang nota sekitar 40juta.apakah itu juga tidak termasuk sudah tersimpan setahun.?

  ** Jul 2 Mon 16:53 **
  Dzulqarnain M. Sunusi Jawab: Berarti masalah Bapak adalah zakat piutang. Pembahasannya sbb:
Zakat Piutang Yakni, seseorang meminjamkan suatu harta kepada orang lain, dan harta tersebut telah mencapai syarat-syarat kewajiban zakat. Letak permasalahan adalah bahwa harta tersebut tidak berada pada si pemilik piutang, tetapi berada pada si peminjam. Oleh karena itu, para ulama berbeda pendapat tentang zakat piutang ini.
Pendapat yang lebih kuat adalah bahwa kewajiban zakat pada piutang terbagi ke dalam dua keadaan:
bila si peminjam mampu mengembalikan pinjamannya.
Dalam keadaan ini, si pemilik piutang wajib mengeluarkan zakat dari pinjaman tersebut karena pinjaman tersebut mampu diambil oleh pemilik piutang kapan pun dia berkehendak, seakan-akan piutang itu telah berada di tangan pemilik piutang.
Jika si peminjam sulit mengembalikan pinjamannya.
Bila si peminjam sulit atau tidak mampu mengembalikan pinjamannya, si pemilik piutang tidak wajib mengeluarkan zakat dari harta tersebut.
Namun, bila suatu hari si peminjam mengembalikan pinjaman kepada pemiliknya, sedang harta tersebut telah melebihi satu haul, apakah si pemilik harus mengeluarkan zakatnya?
Pendapat yang lebih dekat dengan kebenaran dalam hal ini adalah bahwa pada dasarnya tidak ada kewajiban zakat terhadapnya karena salah satu syarat pengwajiban zakat adalah harta berada dalam kepemilikan tetap dan telah dimiliki selama satu haul. Akan tetapi, bila si pemilik piutang mengeluarkan zakat dari piutang yang baru diterima tersebut sebagaimana seseorang yang mengeluarkan zakatnya setelah setahun, hal itu lebih baik dan lebih berhati-hati. Wallâhu A’lam.

  ** Jul 2 Mon 16:55 **
  Dzulqarnain M. Sunusi Penanya: Ustadz, inshaAllah bulan ramadhan ana berniat melaksanakan ibadah umrah, di masjidil haram sholat tarawihnya 23 rokaat dan inshaAllah ana berniat 8 rokaat setelah itu ana keluar dari jamaah utk  witir sendiri, pertanyaannya apakah hal ini benar ? Karena ana tdk mengikuti imam sampai akhir, mohon nasehatnya Ustadz
  ** Jul 2 Mon 16:56 **
  Dzulqarnain M. Sunusi Jawab
Boleh aja shalat hanya delapan rakaat, namun hal tersebut menyelisihi yg lbh afdhal. Afdhal kita shalat bersama imam hingga selesai, karena Nabi shalallahu alaihi wa sallam bersabda, "Seorang lelaki apabila shalat bersama imamnya hingga selesai, dihitung baginya shalat semalam suntuk."

  ** Jul 3 Tue 17:37 **
  Miranti Ummu MaryamNufail Bgmn hukum sholat memakai cadar? Dan bgmn sholatnya wanita yg memakai cadar di tempat umum, misal di tanah lapang saat sholat ied...jazaakumullahu khoiron
  ** Jul 3 Tue 18:55 **
  Rini  أم سلمى                             Salama~moslem wear Atau jg di pasar/mall yg mushala-nya tdk ada hijab antara laki2 dgn permp. Shg suka canggung kl hrs bersufur krn dekatnya jarak
  ** Jul 3 Tue 21:00 **
  Ayb Kadb Jambi @Umu Maryam dan @Umu Salma :
  ** Jul 3 Tue 21:01 **
  Ayb Kadb Jambi   السؤال: هل يجوز للمرأة أن تصلي بالنقاب والقفازين
 سئل فضيلة الشيخ محمد بن صالح العثيمين :
 الاجابه: إذا كانت المرأة تصلي في بيتها أو في مكان لا يطلع عليها إلا الرجال المحارم فالمشروع لها كشف الوجه واليدين لتباشر الجبهة والأنف موضع السجود وكذلك الكفان ، أما إذا كانت تصلي وحولها رجال غير محارم فإنه لابد من ستر وجهها لأن ستر الوجه عن غير المحارم واجب ولا يحل لها كشفه أمامهم كما دل على ذلك كتاب الله سبحانه وسنة رسوله (ص) ، والنظر الصحيح الذي لا يحيد عنه عاقل فضلاً عن المؤمن . ولباس القفازين في اليدين أمر مشروع فإن هذا هو ظاهر فعل نساء الصحابة بدليل أن النبي (ص) قال : *( لا تنتقب المرأة المحرمة ولا تلبس القفازين )*فهذا يدل على أن من عادتهن لبس القفازين ، وعلى هذا فلا بأس أن تلبس المرأة القفازين إذا كانت تصلي وعندها رجال أجانب .أما ما يتعلق بستر الوجه فإنها تستره ما دامت قائمة أو جالسة فإذا أرادت السجود فتكشف الوجه لتباشر الجبهة محل السجود
  ** Jul 3 Tue 21:02 **
  Ayb Kadb Jambi Soal : Apakah boleh bagi seorang wanita untuk sholat menggunakan cadar dan sarung tangan?

Jawab : Kalau seorang wanita sholat di rumahnya atau di tempat yang dia tidak terlihat kecuali oleh lelaki-lelaki yang merupakan mahramnya, maka disyariatkan bagi wanita tersebut untuk membuka wajah dan kedua tangannya, agar kening dan hidungnya dapat menyentuh langsung tempat sujud, begitu juga kedua telapak tangannya. Adapun kalau dia sholat dan di sekitarnya terdapat lelaki-lelaki asing bukan mahramnya maka harus bagi wanita tersebut untuk menutup wajahnya. Karena menutup wajah dari selain mahram hukumnya wajib. Tidak halal baginya untuk membuka wajahnya di hadapan lelaki yang bukan mahram sebagaimana ini yang ditunjukkan Kitabullah Ta’ala dan Sunnah RasulNya shallallahu ‘alaihi wa sallam, begitu juga (ditunjukkan oleh) pandangan yang shohih, yang seorang yang berakal tidak akan berpaling darinya, terlebih seorang mu’min.

Menggunakan dua sarung tangan adalah perkara yang disyariatkan karena ini adalah dhohir dari apa yang dilakukan para kaum perempuan para shahabat. Dalilnya adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

"لا تنتقب المحرمة ولا تلبس القفازين “

"Wanita yang sedang ihram janganlah menggunakan niqob (cadar) dan jangan mengenakan sarung tangan”

Maka ini adalah dalil yang menunjukkan bahwa kebiasaan mereka (kaum perempuan para shahabat) memakai sarung tangan.

Berdasarkan ini maka tidak apa-apa bagi wanita untuk memakai sarung tangan ketika sholat sementara di sekitarnya adalah lelaki-lelaki asing.

Adapun yang berkaitan dengan menutup wajah, maka dia menutupnya ketika dalam keadaan berdiri dan duduk. Apabila akan sujud, dia membuka wajahnya agar keningnya menyentuh tempat sujud.

Asy Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah

(Lin nisaa’i faqot/ Dar Ibn Al Jauzy hal 99-100)

Diterjemahkan : Ayub Abu Ayub

  ** Jul 4 Wed 14:15 **
  Ferial Said - أم محمد بسم الله
  ** Jul 4 Wed 14:16 **
  Ferial Said - أم محمد Ustadz hafizhakallaah, apa hukum memakan daging bebek di restoran yg dipajang lehernya terpelintir? Apa setiap penyembelihan harus smp kepala hewan putus? Jazaakallaah khayran
  ** Jul 4 Wed 15:10 **
  Miranti Ummu MaryamNufail Kalau yg jual bebek goreng, burung puyuh goreng juga msh nyambung dgn kepala walau kelihatan ada bekas potongan/sembelihan, jd bgmn hukumnya?
  ** Jul 4 Wed 20:42 **
  Annisa ummu Laila Untuk pertanyaan masalah sembelihi
Ada dua hal yang perlu saya jelaskan.
Pertama, diantara syarat penyembelihan adalah mengalirkan darah dari hewan sembelihan. Syarat ini berdasarkan hadits Râfi’ bin Khajîd z, Rasulullah n bahwa beliau bersabda,
مَا أَنْهَرَ الدَّمَ وَذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ فَكُلْ
“Segala sesuatu yang tertuangkan darah dan telah disebut nama Allah terhadapnya maka makanlah.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry dan Muslim]
Dalam hal menentukan bagian tubuh hewan yang harus disembelih, terdapat silang pendapat di kalangan ulama. Namun, sikap yang paling hati-hati dalam hal menyembelih adalah memotong empat bagian: kerongkongan (saluran nafas), tenggorokan (saluran makan dan minum), dan kedua urat tebal yang berada di sekitar kerongkongan dan tenggorokan.
  ** Jul 4 Wed 20:43 **
  Annisa ummu Laila Kedua, terputusnya leher hewan sembelihan ketika disembelih adalah hal makruh karena dikhawatirkan bahwa hewan tersebut mati bukan karena penyembelihan, melainkan karena lehernya yang terputus. Setelah lehernya terputus, hewan sembelihan tersebut harus diperiksa: bila hewan sembelihan masih bergerak, ruh hewan sembelihan itu masih ada kemudian mati, penyembelihan berlaku padanya dan menghalalkannya, tetapi, jika tidak bergerak lagi setelah lehernya terputus, hewan tersebut mati karena leher yang terputus sehingga tidak boleh dimakan.
  ** Jul 4 Wed 21:13 **
  Annisa ummu Laila Itu jawaban ustadz Dzulqarnain M. Sunusi
  ** Jul 4 Wed 21:20 **
  Miranti Ummu MaryamNufail Lalu bgmn jika kita sbg konsumen yg tidak tahu proses penyembelihannya?
  ** Jul 4 Wed 21:27 **
  Annisa ummu Laila Jawaban ust. Dzulqarnain: Sepanjang seorang berada di negeri kaum muslimin, asal penyembelihannya adalah halal.

  ** Jul 4 Wed 06:40 **
  Annisa ummu Laila * Tanya Jawab Group *
Pertanyaan :
Bagaimana cara melunasi hutang ke bank yg mana hutangnya kolektif, si fulan pinjam 10jt di bagikan ke 10 orang masing2 1jt sesuai kesepakatan tiap bulan byr 50rb ke si fulan, krn dia yg pny atas nama, yg jd mslh bagaimana kl ana mw melunasi pdhl yg laen yg 10 orang itu trmasuk si fulan yg pnya atas nama di bank, ga ada niat bayar, dan smpe saat ini si fulan tdk tau kmn perginya? bagaimana bilang seseorang itu cara melunasi utangnya? krn bank ga akan tau krn pihak bank tau nya atas nama si fulan aj yg pinjam 10jt, mohon jawabanya, jazaakallahu khairan

Jawaban:
Kewajiban orang yg berhutang adalah mengembalikan pinjaman kepada pemberi pinjaman. Adapun pihak pemberi pinjaman terkait perbuatan dosa terhadap orang lain, tidak sangkut pautnya dgn kewajiban mengembalikan pinjaman.

  ** Jul 4 Wed 06:41 **
  Annisa ummu Laila Pertanyaan :
Ustadz, mohon ana minta kejelasan tentang keabsahan hadits ini :
أُنْزِلَتْ صُحُفُ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ فِي أَوَّلِ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَتِ التَّوْرَاةُ لِسِتٍّ مَضَيْنَ مِنْ رَمَضَانَ، وَالْإِنْجِيلُ لِثَلَاثَ عَشْرَةَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَ الْقُرْقَانُ لِأَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَانَ

“Shuhuf (lembaran-lembaran) Ibrahim diturunkan pada malam pertama bulan Ramadhan, Taurat diturunkan pada tarikh enam Ramadhan, Injil diturunkan pada tarikh tiga belas Ramadhan, dan al-Qur’an diturunkan (nuzul al-Qur’an) pada tarikh dua puluh empat Ramadhan.” (Hadits Riwayat Ahmad, 28/191, no. 16984. Ath-Thabrani, 4/111, no. 3740. Dinilai hasan oleh al-Albani dan Ahmad Muhammad Syakir.)

Jawaban :
Hadits yang ditanyakan memang dihasankan oleh Syaikh Al-Albany dalam Ash-Shahihah no. 1575. Adapun Syaikh Syu'aib dkk dalam tahqiq Musnad Ahmad mereka melemahkannya. Ana pikir perlu banyak uraian untuk menentukan kedudukan hadits ini. Cuman dibangun di atad pendapat hadits ini kuat, kandungan maknanya jelas, kita imani sebagaimana konteks haditsnya. Wallahu A'lam.

  ** Jul 4 Wed 06:42 **
  Annisa ummu Laila Pertanyaan :
Ustadz mau bertanya. apakah menambal gigi jarang yg jarangnya itu bawaan lahir dibolehkan?

Jawaban:
Kalau penambalan untuk menhilangkan aib, insya Allah tidak masalah karena masuk dalam nash-nash umum pembolehan berobat. Bila penambalannya hanya sekadar hiasan, hal tergolong kedalam merubah ciptaan Allah. Dimaklumi bahwa merubah ciptaan Allah adalah haram.
  ** Jul 4 Wed 13:43 **
  Annisa ummu Laila •Tanya:
'Afwan mau tanya lg ustad..
Barusan saya mau memasak tutut,tp ada saudara yg blg ga blh di makan alias haram..
Apa benar ustad?
 Tutut: keong sawah yg byk ditemukan didaerah sawah, dmn airnya berlumpur namun relatif bening.
Mengandung kadar protein cukup tinggi dan zat gizi makronutrien tinggi.
•Jawab:
Bila tutut yang dimaksud tidak mengandung bahaya dan bukan hal yang menjijikkan, insya Allah tidak masalah untuk dikomsumsi.
  ** Jul 5 Thu 06:03 **
  Annisa ummu Laila ┈┈»̶✽♈̷̴✽«̶┈┈
  ** Jul 5 Thu 06:04 **
  Annisa ummu Laila •Tanya: Ustadz bgmn ana mjawab kpd kerabat ana ssdh ana berikan keterangan ttg NS kmrn, kerabat ana mberikan hadist d bawah ini... Keutamaan Malam Nisfu Sya'ban
أبو موسى الأشعري رضي الله عنه  عن رسول الله  صلى الله عليه وسلم  قال : (( إن الله ليطّلع في ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن )) رواه ابن ماجة وحسنه الألباني في السلسلة الصحيحة 1144
Dari Abi Musa al asy'ari ra,dari Nabi saw : sesungguhnya Allah swt memperhatikan malam nisfu sya'ban,maka Allah swt mengampuni semu makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bertengkar dengan saudaranya. (HR.Ibnu Majah - rahimahullah dan dishohihkan oleh Syaikh Al Bani- rahimahullah-). Mohon nasehatnya...  جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا

•Jawab: Beliau sudah mengisyaratkan jawabannya di tulisan tersebut : "...Meskipun hadits tentang keutamaan umum malam Nishfu Sya’ban shahih, tiada dalil pada hadits tersebut yang menunjukkan pembolehan mengadakan ritual-ritual ibadah yang sebagian kaum muslimin adakan. Karena, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri tidak pernah mencontohkan ibadah khusus, baik pada malam maupun siang Nishfu Sya’ban. Bahkan, pada malam Jum’at pun -padahal Jum’at penuh dengan keutamaan-, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَخْتَصُّوا لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ بِقِيَامٍ مِنْ بَيْنِ الْلَيَالِي وَلَا تَخْتَصُّوا يَوْمَ الْجُمْعَةِ بِصِيَامٍ مِنْ بَيْنِ الأَيَّامِ إلَّا أَنْ يَكُونَ فِي صَوْمٍ يَصُومُهُ أَحَدُكُمْ.

“Janganlah kalian mengkhususkan malam Jum’at di antara malam-malam lain dengan shalat tertentu, dan janganlah kalian mengkhususkan hari Jum’at di antara hari-hari lain..."
وَاللَّهُ أَعْلَمُ